Tim Indonesia Finis Runner-Up di Valorant & DOTA 2 Turnamen Asia Pacific (APAC) Predator League 2026 resmi berakhir pada Januari 2026. Tim perwakilan Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan. Mereka meraih posisi Runner-Up di dua cabang game utama yang dipertandingkan.

Berikut adalah ringkasan hasil untuk tim Indonesia di babak Grand Final:
-
VALORANT: BOOM Esports berhasil melaju ke babak puncak. Namun, mereka harus mengakui keunggulan tim asal Vietnam, Fancy United Esports, yang keluar sebagai juara.
-
DOTA 2: Rekonix tampil sangat kompetitif hingga partai final. Mereka harus puas di posisi kedua setelah berhadapan dengan Myth Avenue Gaming.
Indonesia Unjuk Gigi Lewat BOOM Esports & REKONIX
Pencapaian BOOM Esports dan Rekonix di APAC Predator League 2026 membuktikan bahwa scene kompetitif Indonesia mampu bersaing. Mereka unjuk gigi di level tertinggi Asia Pasifik. Keberhasilan ini menunjukkan beberapa poin penting:
-
Konsistensi Internasional: Menembus babak final membuktikan ketahanan mental dan adaptasi strategi yang matang. Performa individu mereka sangat luar biasa di bawah tekanan turnamen besar.
-
Potensi Sinergi: Penampilan kedua tim mencerminkan perkembangan ekosistem esports Indonesia. Pelatihan, analisis gameplay, dan kerja sama tim terus mengalami peningkatan signifikan.
-
Inspirasi bagi Komunitas: Prestasi ini menjadi katalisator bagi pemain muda Indonesia. Mereka percaya bahwa pemain lokal memiliki kapasitas yang setara dengan tim papan atas Asia Pasifik.
Penampilan BOOM Esports dan Rekonix di New Delhi awal tahun ini menjadi kebanggaan bagi penggemar esports tanah air.
Perjalanan BOOM Esports di Valorant

Perjalanan BOOM Esports di APAC Predator League 2026, New Delhi, sangat mengesankan. Mereka mendominasi turnamen sebelum akhirnya puas di posisi runner-up.
Berikut ringkasan perjalanan mereka:
-
Fase Grup: Dominasi Sempurna BOOM Esports memulai turnamen dengan performa meyakinkan di Grup B. Mereka mencatatkan rekor sempurna 3–0. Ini mengukuhkan posisi mereka sebagai tim yang paling diwaspadai sejak hari pertama.
-
Babak Playoff & Semifinal Setelah melaju dari fase grup, BOOM Esports melanjutkan momentum di babak playoff. Di babak semifinal, mereka berhadapan dengan Xipto Esports (Filipina). BOOM Esports tampil dominan dan menang telak 2–0, memastikan tiket ke babak Grand Final.
-
Grand Final: Pertarungan Puncak Di partai puncak, BOOM Esports bertemu dengan Fancy United Esports dari Vietnam. Mereka memberikan perlawanan sengit, namun harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0–2:
-
Map 1 (Bind): 9–13 untuk Fancy United Esports.
-
Map 2 (Pearl): 11–13 untuk Fancy United Esports.
-
Hasil akhir memang belum berpihak pada mereka. Namun, penampilan BOOM Esports yang diperkuat oleh roster d3ffo, NcSlasher, natz, Shiro, dan Nakya membuktikan kekuatan solid mereka di regional Asia Pasifik. Atas pencapaian ini, mereka membawa pulang hadiah sebesar USD 20.000.
REKONIX Konsisten di DOTA 2 Hingga Final

REKONIX menunjukkan konsistensi dan ketangguhan mental luar biasa. Mereka menjadi salah satu tim yang paling disegani selama turnamen di New Delhi.
Berikut ringkasan perjalanan mereka hingga partai final:
-
Kunci Keberhasilan ke Grand Final REKONIX mendominasi babak playoff. Salah satu langkah krusial adalah menaklukkan tim asal Filipina, InterActive Philippines (IAP), di semifinal. Pertandingan berlangsung sengit hingga Game 3 (skor 2-1). Musthofa “Jikroy” Pamungkas menjadi pembeda lewat permainan agresifnya dengan hero seperti Juggernaut dan Troll Warlord yang meruntuhkan pertahanan lawan.
-
Grand Final: Duel Sengit Melawan Sang Juara Di partai puncak, REKONIX berhadapan dengan juara bertahan, Myth Avenue Gaming. Pertandingan ini menguji mentalitas kedua tim. REKONIX memberikan perlawanan maksimal dalam seri Best of 3 (Bo3). Hasil akhirnya, REKONIX kalah tipis dengan skor 1-2. Final ini disebut sebagai salah satu yang terbaik, terutama di Game 3 yang berlangsung selama 41 menit. REKONIX sempat memberikan perlawanan merepotkan. Namun, dominasi objektif Myth Avenue Gaming di menit-menit akhir menutup peluang mereka mengangkat trofi.
-
Roster & Performa REKONIX tampil dengan koordinasi tim yang matang, terdiri dari: Jikroy, inYourdreaM, Fbz, dalul, dan Varizh. Meskipun harus puas sebagai runner-up dengan hadiah USD 20.000, performa mereka membuktikan bahwa REKONIX adalah salah satu tim DOTA 2 terbaik di Asia Pasifik.
Vietnam Jadi Tuan Rumah APAC Predator League 2027
Setelah kesuksesan di New Delhi, India, penyelenggara mengumumkan Vietnam sebagai tuan rumah APAC Predator League 2027. Pengumuman ini disampaikan setelah rangkaian turnamen 2026 berakhir. Ini adalah langkah strategis Acer untuk memajukan ekosistem esports di kawasan Asia Pasifik.
Pemilihan Vietnam didasarkan pada beberapa faktor:
-
Pertumbuhan Komunitas: Vietnam memiliki komunitas gaming yang sangat dinamis dengan antusiasme tinggi.
-
Prestasi: Keberhasilan Fancy United Esports (juara kategori VALORANT 2026) menjadi momentum membawa ajang ini ke Vietnam.
-
Infrastruktur: Vietnam dianggap memiliki infrastruktur teknologi yang matang untuk mendukung perhelatan turnamen skala internasional.
Ini kabar menarik bagi penggemar esports di Asia Tenggara karena jarak yang lebih dekat. Apakah Anda berencana menonton langsung atau memantau perjalanan tim Indonesia di babak kualifikasi nanti?

